You are here
NAWaMSEO Paparkan Inovasi Pupuk Hibrida Berbasis Nanomaterial Karbon dalam Kuliah Tamu Internasional di University of Science And Technology of Southern Philippines Filipina

Yogyakarta, Indonesia — Central of Excellence : Nanotechnology for Advance Waste Management and Sustainable Environment Optimization (NAWaMSEO) yang diwakili oleh Wipsar Sunu Brams Dwandaru, Ph. D., beserta kedua asistennya yaitu Luthfi Erzzat Ibrahim, S. Si., dan Husein Putra Prihanto, S., Si., menjadi pengisi kuliah tamu internasional di University of Science and Technology of Southern Philippines (USTP) dengan mengangkat topik pengelolaan sampah organik menjadi pupuk hibrida berbasis nanomaterial karbon yang dilakukan secara daring melalui ZOOM Workspace. Kegiatan ini menjadi wadah pertukaran gagasan ilmiah sekaligus penguatan kolaborasi riset lintas negara di bidang lingkungan dan teknologi nanomaterial.
Dalam kuliah tamu tersebut, Wipsar Sunu Brams Dwandaru, Ph. D., memaparkan urgensi dan konsep pengelolaan sampah organik menjadi material fungsional bernilai tinggi melalui pendekatan rekayasa nanomaterial karbon. Dalam rangka mewujudkan net-zero emission, proses pengelolaan limbah organik berbasis nanomaterial karbon dilakukan dengan pemanasan terkontrol sehingga menghasilkan nanomaterial karbon ramah lingkungan. Selain itu, dalam kuliahnya Wipsar Sunu Brams Dwandaru, Ph. D., juga menjelaskan bahwa nanomaterial karbon hasil dari proses pengelolaan limbah organik tersebut dapat diaplikasikan dalam berbagai bidang menjadi sebuah produk komersil yang mampu mendukung gagasan circular economy.
Salah satu contoh aplikasi dari nanomaterial karbon tersebut juga dipaparkan oleh kedua asisten dari Wipsar Sunu Brams Dwandaru, Ph. D. Luthfi Erzzat Ibrahim, S. Si., dan Husein Putra Prihanto, S., Si., memaparkan contoh produk pupuk hibrida berbasis nanomaterial karbon yang memiliki berbagai kelebihan diantaranya yaitu meningkatkan luas permukaan aktif, tidak berbahaya bagi lingkungan, memperbaiki daya serap nutrisi, serta mengoptimalkan pelepasan unsur hara secara bertahap. Strategi ini tidak hanya meningkatkan efektivitas pemupukan, tetapi juga berkontribusi dalam menekan pencemaran tanah dan air akibat kelebihan pupuk konvensional.
Secara umum, kuliah tamu ini menyoroti urgensi pengelolaan sampah organik berbasis sains sebagai solusi berkelanjutan terhadap permasalahan lingkungan perkotaan dan pertanian. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip circular economy dan net-zero emission, di mana limbah tidak lagi menjadi beban ketika diolah secara tepat hingga menjadi sumber daya strategis.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari sivitas akademika USTP, yang ditunjukkan melalui diskusi aktif terkait potensi pengembangan riset lanjutan, penerapan teknologi pada skala industri, serta peluang kolaborasi internasional. salah satu pertanyaan yang menarik dalam diskusi tersebut adalah pertanyaan tentang dampak negatif dari pupuk hibrida tersebut terhadap tanah. Luthfi Erzzat Ibrahim, S. Si., menjelaskan "pupuk hibrida berbasis nanomaterial karbon ini tidak berbahaya bagi tanah, namun justru mengurangi efek leaching (tanah yang kehilangan nutrisi) akibat penggunaan pupuk kimia konvensional serta mampu memperkaya nutrisi tanah lewat senyawa-senyawa organik yang terkandung di dalamnya".
Kuliah tamu tersebut diharapkan dapat menjadi pemantik kerja sama akademik berkelanjutan antara institusi pendidikan di Indonesia dan Filipina. Melalui perannya sebagai narasumber, NAWaMSEO menegaskan kontribusi akademisi Indonesia dalam pengembangan inovasi berbasis nanoteknologi yang aplikatif dan berorientasi pada keberlanjutan lingkungan global.

Kontak Kami
Copyright © 2026,