SEJARAH SINGKAT

 

SEJARAH SINGKAT NAWaMSEO

Secara historis, pembentukan NAWaMSEO dimulai dari grup riset nanomaterial dan riset grup semikonduktor di Departemen Pendidikan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Yogyakarta. Pada tahun 2022, kedua grup riset ini menyoroti permasalahann tumpukan sampah atau limbah yang semakin tak terkendali, terutama di Indonesia. Oleh karena itu, kedua riset grup ini mengadakan kegiatan pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dalam bentuk Sosialisasi Rekayasa Prototipe Kelompok Masyarakat tanpa Sampah Buangan di Kota Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan inisiasi untuk ikut serta dalam memberikan solusi terhadap permasalahan penumpukan sampah. Suksesnya kegiatan ini membuat para pelaksana kegiatan PkM dari kedua grup riset untuk meneruskan dan memperluas usaha dan komitmen untuk ikut andil sebagai problem solver dalam penanganan sampah. Untuk itu, diperlukan pihak-pihak lain yang memiliki expertise dalam permasalahan sampah dan penanganannya. Oleh karena itulah, terlibat pula grup riset dari Fakultas Teknik, Universitas Negeri Yogyakarta, dan juga grup riset dari Jurusan Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Yogyakarta. Dari berbagai diskusi dengan berbagai grup riset tersebut maka terfokuslah sebuah gagasan pokok untuk mengaplikasikan nanosains dan nanoteknologi dalam upaya penanganan penumpukan sampah. Selain itu, muncul pula percabangan dari gagasan pokok tersebut untuk mengkaji sejauh mana keefektivan dari berbagai model penanganan sampah yang telah diterapkan di Indonesia dan menentukan model yang terbaik untuk penanganan sampah yang dapat diterapkan di Indonesia. Salah satu cara terbaik untuk menyalurkan dan mewujudkan cita-cita ini adalah dengan mendirikan sebuah center of excellence yang kini disebut sebagai NAWaMSEO.

A BRIEF HISTORY OF NAWaMSEO

Historically, the formation of NAWaMSEO began with the nanomaterial research group and the semiconductor research group at the Department of Physics Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Yogyakarta State University. In 2022, these two research groups highlighted the problem of increasingly uncontrolled piles of garbage or waste, especially in Indonesia. Therefore, these two research groups held a Community Service (PkM) activity in the form of a Socialization of Prototype Engineering for a Community Group without Waste in Yogyakarta City. This activity was an initiative to participate in providing solutions to the problem of waste accumulation. The success of this activity prompted the PkM activity implementers from both research groups to continue and expand their efforts and commitment to take part as problem solvers in waste management. For this reason, other parties are needed who have expertise in waste problems and their handling. Therefore, a research group from the Faculty of Engineering, Yogyakarta State University, and also a research group from the Department of Chemistry Education, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Yogyakarta State University were also involved. From various discussions with these various research groups, a main idea was focused on applying nanoscience and nanotechnology in efforts to handle waste accumulation. Furthermore, a branch of this core idea emerged to examine the effectiveness of various waste management models implemented in Indonesia and determine the best model for waste management that could be implemented in Indonesia. One of the best ways to channel and realize this ideal is by establishing a center of excellence, now known as NAWaMSEO.